Ngopi . Diskusi . Solusi

Penjilat VS Pembohong



Tulisan ini bermula saat saya bersama teman-teman duduk santai di seputaran kampus Universitas Abulyatama Aceh, awalnya kami hanya berdua, beberapa saat kemudian seorang yang patut dihormati  (seharusnya seperti itu ) ikut gabung bersama-sama dengan kami.

Suasana diskusi ( jika boleh dikatakan begitu ) berjalan lancar dan hangat, mulai dari canda- tawa hingga kemudian permasalahan-permasahan yang ada dikampus juga ikut menjadi title diskusan ( diskusi santai ). “Orang ini maunya jalan sendiri, coba semua elemen mahasiswa di ajak” begitu kira-kira kalimat dari orang yang seharusnya dihormati tadi,diskusi pun terus berjalan,berbagai hal diungkapkan mualai dari sedikit jampok ( membangga-banggakan diri ) hingga carita bohong yang tak masuk akal.Kemudian beliau melanjutkan “jangan unjuk gigi disini, ini kampus swasta, bisa-bisa dikeluarkan”.blukkkk….aku kaget mendengarkan kalimat terakhir yang keluar dari mulut beliau,bukan kaget karena itu kalimat menkajubkan yang keluar dari mulut seorang filsuf atau sebuah sajak yang keluar dari mulut seorang pujangga yang bisa menggugah hati tapi ini kalimat Penjilat VS Penakut dari seorang yang jika dilihat jejak rekam perjalanan beliau dikampus luar biasa ( dulunya saya pikir,ternyata tidak ).


Kemudian saya berpikir, ternyata ini permasalah yang terjadi dikampus tercinta. Semua orang merasa takut untuk meminta hak-hak mereka,meski mereka sadar hak mereka telah disunat oleh pihak kampus.Mereka takut akan dikeluarkan jika berani berbicara lantang menuntut hak-hak mereka.Lalu,mereka berdiam diri menerima apa adanya meski itu tidak seharusnya mereka terima.

Yang membuat saya sangat sedih adalah orang-orang yang dulunya pembesar mahasiswa di Universitas kini bagaikan singa ompong,tak punya taring hanya bisa mengaung. Lalu dengan bekal bekas jabatan masa lalu,mereka ( Penjilat VS Pembohong ) menebar pesona bahwa merekalah telah melakukan hal-hal besar di kampus ini,mereka lah yang lebih berpengalaman dalam hal apapun,padahal itu semua hanya Diskripsi Kebohongan yang terus di sebarkan bagai virus yang tak terkendali. Sementara itu, dibekaang layar mereka adalah penjilat yang tak tahu malu, berlagak bagaikan pahlawan,mereka terus menjilat-jilat telapak kaki birokrat kampus yang korup,apapun mau dilakukan asalkan dompet mereka tak kosong. Lain di depan mahasiswa,lain pula didepan oknum birokrasi,mereka bak Bunglon yang terus berubah-ubah warnanya tergantung pesanan dari bos-bos mereka,walu dibayar gocek, senyum ikhlas sang pembahong tetap menebar.

Penjilat VS Penakut terus bergetayangan di Kampus Universitas Abulyatama, kampus yang dulunya pernah berlabelkan “Kampus Perintis Reformasi” kini berubah menjadi ” Kampus Tanpa Jati Diri “. Tak adalagi penerus-penerus sang pahlawan reformasi masa dulu,tak ada lagi mereka-mereka yang berani berbicara lantang ketika mereka dizalimi,yang ada hanyalah Para Paenjilat VS Penakut yang terus mergentayangan menghantui setiap orang,menyerbarkan virus-virus myang akan terus menggerogoti setiap jiwa intelektual muda peneru MASA DEPAN KAMPUS.
Share:

1 comment:

  1. Saya merasa malu mengetahui anda adalah almuni,
    Jangan seperti anak kecil yg kehilangan permen dari tangannya.

    ReplyDelete

Translate

FOLLOW ME ON YOUTUBE

Popular Posts