Komisi Independen
Pemilihan (KIP) Aceh akhirnya selesai juga
menyelenggarakan rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara pemilihan
gubernur/wakil gubernur Aceh dalam pilkada 2017. Rapat yang berlangsung di di
Gedung DPR Aceh, jalan Tgk. Daud Beureueh Banda Aceh dimulai dari pukul 09.30
WIB hingga pukul 18.40 WIB. Hasilnya Pasangan nomor urut 6 Irwandi Yusuf-Nova
Iriansyah berhasil unggul dalam Pilkada serentak tersebut dengan perolehan
suara sebesar 898.710 suara, Sementara di posisi kedua, diraih oleh pasangan
nomor urut 5 Muzakir Manaf (Mualem)- TA Khalid yang meraup suara sebanyak
766.427 suara. Perolehan suara pasangan nomor urut 5 yang berada dibawah Irwandi-Nova
secara otomatis mengentikan langkah pasangan yang di usung oleh Partai Aceh (partai
penguasa di Aceh) kemudian Gerindra, PKS, PBB, PAN dan PPP Kubu Djan Faridz tersebut menuju Aceh Satu dan Dua.
-
Rumah Sakit Administrasi
Tapi apalah daya, kita memang masih gagap dengan dunia teknologi. Ternyata bukan hanya Bank Aceh yang masih gagap teknologi.Rumah sakit kita pun rupanya begitu sulit atau jangan-jangan belum mau berinovasi. Seperti begitu sulitnya melihat mayoritas petugas rumah sakit melayani pasien dengan ramah. Kecuali satu dua orang saja...
Bupati Aceh Selatan Diminta Usut Dalang Penitip 30 Nama untuk Guru Kontrak
BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Wakil Ketua Himpunan
Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS)-Banda Aceh, Muslim mendesak Bupati Aceh Selatan
Sama Indra mengungkap aktor yang diduga melakukan praktik culas dalam proses
rekruetmen guru kontrak 2017.
“Seperti pengakuan
dari Direktur Politeknik Aceh Selatan (Poltas) M Ilham Maulana bahwa dinas
pendidikan ada menitipkan 30 ke panitia dalam proses rekruetmen tersebut.
Praktik seperti ini sangat kita sesalkan dan bupati harus mengusutnya,” kata
Muslim, Kamis, (9/2/2017).
Meskipun nama-nama
yang dititipkan tersebut ditolak oleh Direktur Poltas M Ilham, katanya, tetapi
setidaknya Dinas Pendidikan Aceh Selatan sudah mempunyai niat untuk berlaku
tidak adil, tidak professional, dengan berupaya melakukan intervensi kekuasaan
terhadap tes guru kontrak tersebut.
“Ini telah mencoreng
citra Pemerintahan Aceh Selatan dimata masyarakat,” katanya.





