Hanya hitungan hari, kita akan merayakan hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 72 Tahun. Orang-orang akan bergembira merayakan hari jadi bangsa Indonesia dengan segala cara dan rupa. Semua untuk mengekspresikan bahwa kita tidak lagi dijajah oleh bangsa asing, setidaknya tak dijajah secara nyata, tidak dengan bom dan hujanan peluru senjata.
Karena, setelah 72 tahun itu, kemerdekaan kita belum sempurna. Setidaknya 15 tahun silam Maklumat 'merdeka' pernah menjadi catatan hitam yang mengekang kemerdekaan orang-orang Aceh. Maklumat yang setelah diumumkan menjadi pembenaran untuk merenggut kenyamanan, kebebasan dan keamanan.
Dengan maklumat keramat itu, rumah-rumah berhak dibakar, orang-orang tak bersalah berhak ditembak, harta benda berhak dirampas, wanita-wanita berhak diperkosa, pegiat keadilan dihilangkan paksa, tanpa pengadilan tak mengapa.
Padahal, isi maklumat untuk menjaga kemerdekaan kita, merdeka bekerja, merdeka bersuara, merdeka bersekolah dan merdeka kemana saja. Namun nyatanya, tank Scorpion buatan Inggris, pesawat Bronco, panser dan kendaraan lapis baja dikirim beserta 30 ribu pasukan TNI dan 12 ribu polisi mengobok-obok permukiman warga dengan dalih mencari gerilyawan bersenjata.











