Ngopi . Diskusi . Solusi

Maklumat (tak) Merdeka

Maklumat Pemberkaluan Darurat Militer di Aceh
Hanya hitungan hari, kita akan merayakan hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 72 Tahun. Orang-orang akan bergembira merayakan hari jadi bangsa Indonesia dengan segala cara dan rupa. Semua untuk mengekspresikan bahwa kita tidak lagi dijajah oleh bangsa asing, setidaknya tak dijajah secara nyata, tidak dengan bom dan hujanan peluru senjata.
Karena, setelah 72 tahun itu, kemerdekaan kita belum sempurna. Setidaknya 15 tahun silam Maklumat 'merdeka' pernah menjadi catatan hitam yang mengekang kemerdekaan orang-orang Aceh. Maklumat yang setelah diumumkan menjadi pembenaran untuk merenggut kenyamanan, kebebasan dan keamanan.
Dengan maklumat keramat itu, rumah-rumah berhak dibakar, orang-orang tak bersalah berhak ditembak, harta benda berhak dirampas, wanita-wanita berhak diperkosa, pegiat keadilan dihilangkan paksa, tanpa pengadilan tak mengapa.
Padahal, isi maklumat untuk menjaga kemerdekaan kita, merdeka bekerja, merdeka bersuara, merdeka bersekolah dan merdeka kemana saja. Namun nyatanya, tank Scorpion buatan Inggris, pesawat Bronco, panser dan kendaraan lapis baja dikirim beserta 30 ribu pasukan TNI dan 12 ribu polisi mengobok-obok permukiman warga dengan dalih mencari gerilyawan bersenjata.

***
Setelah damai pun tak jauh beda, maklumatnya dimodifikasi sedemikian rupa, dibungkus dalam lembaran-lembaran dan bentuk yang beda, diberi nama APBA.
Dalam lembaran baru maklumat itu, triliunan anggaran dibagi dan diatur sedemikian rupa, untuk petani dan nelayan, untuk kesehatan dan pendidikan, untuk ekonomi dan pembangunan, untuk kesejahteraan dan pemberdayaan, semua dibagi-bagi dalam angka yang besar, dan dilapangan sebesar harapan saja.
Karena untuk petani dan nelayan, pembangunan jalan dan segala yang berbau kepentingan warga, boleh dibangun asal-asalan saja, jika ada ratusan miliar anggaran yang hilang, cukup berakhir di kantor Kejaksaan, tak perlu mengungkit aktor-aktornya, cukup beralasan; Kita sangat sulit menyelidikinya karena tak ada data dan auditnya.
***
Kita tak ingin mengungkit luka lama atau 'mencaci' pemerintahan kita. Kita ingin mengingatkan, bahwa sejarah pernah mencatat ribuan korban yang berjatuhan, nyawa yang hilang, rumah yang dibakar, harta benda yang dirampas, keadilan yang buram adalah tanggung jawab yang harus diselesaikan.
Cukuplah yang sudah-sudah, harapan masyarakat butuh jawaban nyata, pembangunan bukan sekedar harapan, keadilan bukan sekedar ucapan tetapi harus benar-benar diwujudkan. Setelah 72 tahun Indonesia merdeka dan 12 tahun usia perdamaian Aceh masyarakat benar-benar merasakan nikmatnya kemerdekaan, agar Aceh menjadi hebat, Aceh yang bermartabat. Semoga!
Share:

No comments:

Post a Comment

Translate

FOLLOW ME ON YOUTUBE

Popular Posts