![]() |
Setelah heboh soal warna, kini heboh soal
harga. Dua-duanya bersileweran di jagat maya. Saya juga ikut berkomentar.
Memposting margarin merk Blue Band yang isinya warna kuning. Padahal sudah ditulis
Blue, alias warna biru. Begitulah cara kerja politik, bacaan yang sama belum tentu sama maknanya. Apalagi cara memahaminya.
Postingan Blue
Band itu bermaksud bahwa saya tak ingin ikut memprotes logo Pancacita yang
berwarna biru di goody bag itu, yang dalam bahasa Aceh sering kita sebut Umpang
atau Tas Umpang untuk membungkus paket sembako bantuan Pemerintah Aceh itu.
Karena seperti kata Politisi Aceh yang kini menjadi pengurus DPP Demokrat, Kausar.
Dalam tulisannya yang dipublikasikan di ajnn.net berjudul Politik Warna : "Semuanya ada
waktu. Kalau kita bisa kompak, akan tiba masa merah lagi kedepan. Dulu sudah
warna kita, sekarang tiba masa warna orang lain lagi”. Bukan karena saya pernah
"berwarna merah" atau bukan pula karena sekarang saya "berubah biru". Sampai saat ini saya tidak pernah menjadi kedua warna
itu. Tapi menurut saya itu tidak penting, untuk saat-saat seperti ini.
Saya lebih sepakat, jika kita harus memastikan bantuan itu sampai ditangan
masyarakat, ditempat yang tepat. Pada orang yang benar-benar membutuhkan. Itu
sudah cukup bagi saya.








