Ngopi . Diskusi . Solusi

  • Rumah Sakit Administrasi

    Tapi apalah daya, kita memang masih gagap dengan dunia teknologi. Ternyata bukan hanya Bank Aceh yang masih gagap teknologi.Rumah sakit kita pun rupanya begitu sulit atau jangan-jangan belum mau berinovasi. Seperti begitu sulitnya melihat mayoritas petugas rumah sakit melayani pasien dengan ramah. Kecuali satu dua orang saja...

Umpang Saboh Em


Setelah heboh soal warna, kini heboh soal harga. Dua-duanya bersileweran di jagat maya. Saya juga ikut berkomentar. Memposting margarin merk Blue Band yang isinya warna kuning. Padahal sudah ditulis Blue, alias warna biru. Begitulah cara kerja politik, bacaan yang sama belum tentu sama maknanya. Apalagi cara memahaminya.

Postingan Blue Band itu bermaksud bahwa saya tak ingin ikut memprotes logo Pancacita yang berwarna biru di goody bag itu, yang dalam bahasa Aceh sering kita sebut Umpang atau Tas Umpang untuk membungkus paket sembako bantuan Pemerintah Aceh itu. Karena seperti kata Politisi Aceh yang kini menjadi pengurus DPP Demokrat, Kausar. Dalam tulisannya yang dipublikasikan di ajnn.net  berjudul Politik Warna  : "Semuanya ada waktu. Kalau kita bisa kompak, akan tiba masa merah lagi kedepan. Dulu sudah warna kita, sekarang tiba masa warna orang lain lagi”. Bukan karena saya pernah "berwarna merah" atau bukan pula karena sekarang saya "berubah biru". Sampai saat ini saya tidak pernah menjadi kedua warna itu. Tapi menurut saya itu tidak penting, untuk saat-saat seperti ini. Saya lebih sepakat, jika kita harus memastikan bantuan itu sampai ditangan masyarakat, ditempat yang tepat. Pada orang yang benar-benar membutuhkan. Itu sudah cukup bagi saya.
Share:

Ketika Malik Mahmud “Dilecehkan”


(Sumber Foto : janganmenyerah.org)

Jubir Partai Aceh, Muhammad Saleh mengkritik penempatan Malik Mahmud sebagai Wakil Ketua IV dalam Tim Gugus Tugas Penanganan Covid – 19 Provinsi Aceh. Memang berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor: 440/1021/2020 tertanggal 1 April 2020 menempatkan Malik Mahmud sebagai Wakil Ketua IV dan yang bertindak sebagai ketua tim adalah Nova Iriansyah selaku Plt. Gubernur Aceh, posisi sebagai ketua tim itu sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian Nomor 440/2622/SJ  tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Daerah yang pada poin pertama menyebutkan bahwa pemimpin di daerah, Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing dan tidak dapat di delegasikan. Karena itu, Partai Aceh menganggap bahwa penempatan posisi Malik Mahmud tersebut adalah bias, kontra produktif, menciderai semangat serta nilai-nilai perdamaian maupun kekhususan Aceh dan terkesan mengkerdilkan serta membunuh karakter Lembaga dan pribadi Wali Nanggroe Aceh. Sungguh begitu “Agungnya” Malik Mahmud.

Bukan posisi sebagai Wakil Ketua IV yang  ingin saya bahas, tetapi benarkah karena posisi itu sehingga Malik Mahmud telah dileceh dan dikerdilkan? Ayo kita baca ulang rekam jejaknya terutama setelah menjadi WN.
Share:

Melihat Aksi Tagih Hutang Edi Obama dari Kacamata Politik dan Hukum

Sumber Foto :https://waspadaaceh.com/
(Sumber Foto :https://waspadaaceh.com/)


Edi Saputra atau lebih dikenal dengan Edi Obama pada senin malam (13/4/2020) hingga Selasa siang tadi (14/4/2020) bersama sejumlah orang “ menduduki” Pendopo Wakil Gubernur Aceh. Tujuannya untuk menagih utang sejumlah Rp. 8 Milyar yang menurutnya adalah pinjaman untuk membiayai Pasangan Irwandi – Nova saat maju sebagai Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada Pilkada 2017 silam. Sebagai bukti, Edi Obama juga memposting sebanyak tiga lembar Kuitansi masing – masing berjumlah lima milyar, dua milyar dan satu milyar rupiah yang semuanya tertanggal 14 Februari 2017 dan ditanda tangani oleh Irwandi Yusuf serta dua orang lainnya sebagai saksi yaitu Marwan AR dan Bustami Z yaitu untuk pembayaran dana kampanye Irwandi – Nova tanpa menyebutkan untuk pilkada pada tahun berapa dan batasan waktu pengembalian pinjaman.

Tindakan Edi Obama tersebut mendapat respon dari Sekjen Partai Demokrat dan Nova Iriansyah. Dalam sejumlah media, sekjen Partai Demokrat Iqbal Farabi, mengatakan bahwa aksi Edi Obama tersebut keliru dan berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan politik oknum - oknum tertentu. Sementara Nova Iriansyah dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak ada sangkut pautnya dengan hutang piutang yang dituduhkan tersebut dan mempersilahkan Edi Obama untuk menempuh jalur hukum. Sedangkan Edi Obama tetap bersikeras bahwa utang - piutang itu terkait dengan Nova Iriansyah. Lalu benarkah aksi tersebut politis dan bagaimana kasus tersebut dari sudut pandang hukum?
Share:

Tanah Untuk Kombatan, di Mana?

“Dalam Nota kesepahaman atau MoU Helsinki tertera tiga ribu mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berhak menerima bantuan lahan dari pemerintah”. Begitu ungkap Ketua Komisi I, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Muhammad Yunus selesai Rapat Kerja dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Aceh, di Ruang Rapat Komisi I DPR Aceh, Rabu, 4 Maret 2020 sebagai diberitakan di salah satu media.
Berita di atas sudah berulang-kali kita baca, di berbagai media dalam berbagai kesempatan. Narasinya sama: Tanah untuk Kombantan. Bahkan sudah hampir 15 tahun perjanjian damai antara RI dan GAM ditandatangani di Helsinki, Finlandia. Sudah hampir 15 tahun pula kesejahteraan sebagian besar korban konflik baik masyarakat sipil maupun kombantan GAM masih jadi tanda tanya yang tak ada jawaban.
Hingga kini persoalan tanah yang dijanjikan tak kunjung mereka dapatkan. Padahal, salah satu poin damai adalah menyediakan lahan bagi korban konflik dan kombantan GAM – atau jangan-jangan bagi pentingginya saja. Agar mereka bisa bercocok tanam untuk membangun kembali puing-puing kehidupan yang telah hancur berkeping-keping, oleh tendangan sepatu dan tajamnya peluru. Oleh gelapnya malam dan hijaunya hutan.
Share:

Translate

FOLLOW ME ON YOUTUBE

Popular Posts