BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah diminta segera mengevaluasi kinerja Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) Aceh. Hal tersebut disampaikan Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Senat Mahasiswa UIN Ar Raniry Banda Aceh, Senin (21/9).
"Gubernur perlu melakukan evaluasi Kepala Kesbangpol Aceh, jangan hanya mengutamakan kampus besar saja, sedangkan kampus kecil didiskriminasi, kampus-kampus kecil juga perlu juga diakomodir," kata Presiden Mahasiswa Unaya, Muslim kepada AJNN di Banda Aceh.
Muslim menjelaskan selama ini pihak Kesbangpol Aceh terlalu diskriminatif terhadap kampus-kampus kecil yang ada di Aceh. Hal itu katanya bisa dilihat saat ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya besar dimana Kesbangpol akan mengutamakan undangan untuk kampus-kampus tertentu.
"Contohnya kalau ada acara, pihak kesbangpol pasti lebih banyak mengutamakan kampus-kampus besar, kalau kampus yang mempunyai nama besar undangan bisa 10 orang, sedangkan kampus kecil hanya 5 atau 3 orang yang diundang," jelas Muslim.
Selain itu, kegiatan yang selama ini dilakukan Kesbangpol Aceh, menurut Muslim tidak ada yang berdampak bagi masyarakat.
Muslim bahkan menantang Kesbangpol untuk mempublikasi kegiatan-kegiatan yang pernah dilakukan jika memang ada yang berdampak positif bagi masyarakat.
"Kami tantang Kesbangpol, karena memang kegiatan yang dibuat oleh kesbangpol selama ini tidak ada yang berdampak pada masyarakat langsung, kalau memang terbukti tidak ada yang berdampak pada masyarakat, Gubernur Aceh perlu untuk segera mencopot Kepala Kesbangpol," katanya.
Kesbangpol Aceh, tambah Muslim, sering membuat kegiatan di akhir tahun. Hal itu disinyalir oleh Muslim sebagai program menghabiskan anggaran.
"Program akhir tahun memang untuk menghabiskan anggaran," imbuhnya
Sementara itu, Sekjen Senat Mahasiswa UIN Ar Raniry Banda Aceh, Muhammad Reza Fahlevi juga menilai Kesbangpol selama ini hanya mementingkan kelompok tertentu.
"Jangan hanya mementingkan keluarga saja, orang lain juga perlu dibantu dalam mengelar kegiatan, karena banyak gagasan masyarakat dan mahasiswa yang perlu dibantu oleh Pemerintah Aceh khususnya di kesbangpol," jelasnya.
Ia juga meminta Kepala Kesbangpol Aceh untuk lebih efektif dan objektif dalam memandang isu-isu yang berkembang di Aceh.
"Kalau memang tidak mampu, kami minta Gubernur Aceh untuk mengevalusi Kepala Kesbangpol Aceh. Tidak perlu isu nasional dibicarakan di Aceh, seperti persoalan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) yang masih tumpang tindih dalam penyelesaiannya, coba garap isu itu," katanya.
Sumber : ajnn.net
"Gubernur perlu melakukan evaluasi Kepala Kesbangpol Aceh, jangan hanya mengutamakan kampus besar saja, sedangkan kampus kecil didiskriminasi, kampus-kampus kecil juga perlu juga diakomodir," kata Presiden Mahasiswa Unaya, Muslim kepada AJNN di Banda Aceh.
Muslim menjelaskan selama ini pihak Kesbangpol Aceh terlalu diskriminatif terhadap kampus-kampus kecil yang ada di Aceh. Hal itu katanya bisa dilihat saat ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya besar dimana Kesbangpol akan mengutamakan undangan untuk kampus-kampus tertentu.
"Contohnya kalau ada acara, pihak kesbangpol pasti lebih banyak mengutamakan kampus-kampus besar, kalau kampus yang mempunyai nama besar undangan bisa 10 orang, sedangkan kampus kecil hanya 5 atau 3 orang yang diundang," jelas Muslim.
Selain itu, kegiatan yang selama ini dilakukan Kesbangpol Aceh, menurut Muslim tidak ada yang berdampak bagi masyarakat.
Muslim bahkan menantang Kesbangpol untuk mempublikasi kegiatan-kegiatan yang pernah dilakukan jika memang ada yang berdampak positif bagi masyarakat.
"Kami tantang Kesbangpol, karena memang kegiatan yang dibuat oleh kesbangpol selama ini tidak ada yang berdampak pada masyarakat langsung, kalau memang terbukti tidak ada yang berdampak pada masyarakat, Gubernur Aceh perlu untuk segera mencopot Kepala Kesbangpol," katanya.
Kesbangpol Aceh, tambah Muslim, sering membuat kegiatan di akhir tahun. Hal itu disinyalir oleh Muslim sebagai program menghabiskan anggaran.
"Program akhir tahun memang untuk menghabiskan anggaran," imbuhnya
Sementara itu, Sekjen Senat Mahasiswa UIN Ar Raniry Banda Aceh, Muhammad Reza Fahlevi juga menilai Kesbangpol selama ini hanya mementingkan kelompok tertentu.
"Jangan hanya mementingkan keluarga saja, orang lain juga perlu dibantu dalam mengelar kegiatan, karena banyak gagasan masyarakat dan mahasiswa yang perlu dibantu oleh Pemerintah Aceh khususnya di kesbangpol," jelasnya.
Ia juga meminta Kepala Kesbangpol Aceh untuk lebih efektif dan objektif dalam memandang isu-isu yang berkembang di Aceh.
"Kalau memang tidak mampu, kami minta Gubernur Aceh untuk mengevalusi Kepala Kesbangpol Aceh. Tidak perlu isu nasional dibicarakan di Aceh, seperti persoalan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) yang masih tumpang tindih dalam penyelesaiannya, coba garap isu itu," katanya.
Sumber : ajnn.net




